Nama Dan Gambar Rumah Adat Aceh Darussalam Beserta Penjelasannya

Diposkan pada Kategori Rumah AdatTag ,

Gambar Rumah Adat Aceh Darussalam dan Penjelasannya – Jika memiliki kesempatan untuk menginjakan kaki di Aceh sangat direkomendasikan untuk mengunjungi rumah adat Aceh yang sangat terkenal.

Rumah tradisonal Aceh dinamakan Rumah Krong Bade atau di sebut juga dengan rumoh Aceh. Untuk anda yang penasaran dengan rumah adat tersebut berikut di bawah akan kami cantumkan gambarnya dan penjelasannya.

Aceh merupakan salah satu provinsi yang terdapat di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511–1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959–2001), Nanggroë Aceh Darussalam (2001–2009), dan terakhir Aceh (2009–sekarang). Sebelumnya, nama Aceh biasa ditulis Acheh, Atjeh, dan Achin.

Gambar Rumah Adat Aceh Darussalam dan Penjelasannya

gambar rumah adat aceh darussalam

Rumah Krong Bade bertipe rumah panggung dan mempunyai tangga depan yang digunakan bagi tamu atau orang yang tinggal untuk masuk ke dalam rumah. Rumah Krong Bade merupakan salah satu budaya Indonesia yang hampir punah. Rumah Krong Bade terdiri dari 4 bagian yaitu bagian bawah, bagian depan, bagian tengah, dan bagian belakang. Setiap ruang memiliki fungsi masing-masing.

Ruang Bawah

Bagian bawah Rumah Krong Bade digunakan untuk menyimpan barang-barang pemilik rumah seperti padi atau hasil panen lainnya. Ruang bawah juga dipakai untuk menaruh alat penumbuk padi. Selain itu, ruang bawah juga pusat aktivitas bagi kaum perempuan yaitu membuat kain khas Aceh dan sebagai tempat menjual kain tersebut.

Ruang Depan

Ruang depan berfungsi sebagai ruang santai. Ruangan ini bisa dipakai untuk beristirahat bagi anggota keluarga dan juga bagi kegiatan yang sifatnya santai seperti anak-anak belajar. Ruang depan juga bisa dipakai untuk menerima tamu.

Ruang Tengah

Ruang tengah atau biasa disebut sebagai seuramoe teungoh adalah ruangan inti dari Rumah Krong Bade dan karena itu, ruangan ini juga dikenal sebagai rumah inong. Ruang tengah memiliki beberapa kamar di sisi kiri dan sisi kanan. Ruang tengah tidak boleh dimasuki oleh tamu karena ruangan ini hanya khusus untuk anggota keluarga. Anggota keluarga pun tidak semua bisa masuk ke ruang tengah. Umumnya, ruang tengah ini dipakai sebagai ruang tidur kepala keluarga. Pada acara-acara khusus keluarga seperti pernikahan, ruang tengah dipakai sebagai ruang tidur pengantin.

Ruang Belakang

Ruang belakang atau yang biasa disebut sebagai seurameo likot adalah ruang santai untuk keluarga. Ruangan ini letaknya lebih rendah daripada ruang tengah dan berfungsi sebagai dapur serta tempat keluarga bercengkramah. Ruang belakang sama seperti ruang depan yang tidak memiliki kamar.

Ciri Khas dan Nilai Filosofis

Ciri Khas dan Nilai Filosofis Ada beberapa ciri khas yang membedakan rumah Krong Bade dengan rumah adat Indonesia lainnya. Ciri khas rumah adat Aceh tersebut antara lain:

  • Memiliki gentong air di bagian depan untuk tempat membersihkan kaki mereka yang akan masuk rumah. Ciri ini memiliki filosofi bahwa setiap tamu yang datang harus memiliki niat baik.
  • Strukturnya rumah panggung memiliki fungsi sebagai perlindungan anggota keluarga dari serangan binatang buas.
  • Memiliki tangga yang anak tangganya berjumlah ganjil, merupakan simbol tentang sifat religius dari masyarakat suku Aceh.
  • Terbuat dari bahan-bahan alam; merupakan simbol bahwa masyarakat suku Aceh memiliki kedekatan dengan alam.
  • Memiliki banyak ukiran dan lukisan di dinding rumah; menandakan masyarakat Aceh adalah masyarakat yang sangat mencintai keindahan.
  • Berbentuk persegi panjang dan membujur dari arah barat ke timur; menandakan masyarakat Aceh adalah masyarakat yang religius.

Rumah Krong Bade mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Aceh. Rumah ini merupakan identitas dari masyarakat Aceh. Materi bangunan yang diambil dari alam mempunyai makna bahwa masyarakat Aceh mempunyai kehidupan yang dekat dengan alam bahkan dalam pemabngunannya tidak menggunakan paku.

Mereka menggunakan tali untuk mengikat satu bahan bangunan dengan bahan bangunan yang lain. Ukiran-ukiran pada rumah Krong Bade pun mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Aceh. Hal ini berhubungan dengan status sosial seseorang dalam masyarakat Aceh. Banyaknya ukiran pada rumah Krong Bade yang dimiliki seseorang menentukan kemampuan ekonomi dari orang tersebut.

Pembangunan rumah Krong Bade dilakukan tidak dengan sembarangan. Beberapa aturan wajib ditaati oleh seseorang yang akan melakukan pembangunan rumah adat Krong Bade. Aturan tersebut di antaranya seperti:

  • Upacara penentuan hari baik
  • Mengadakan kenduri sebelum membangun
  • Pemilihan bahan bangunan yang berkualitas
  • Pengolahan bahan bangunan dengan presisi
  • Finishing dengan pewarnaan
  • Penambahan lukisan, dan pemberian ukiran
  • Diakhiri dengan kenduri syukuran saat rumah akan ditempati pemiliknya.

Demikian informasi mengenai Gambar Rumah Adat Aceh Darussalam (Rumah Krong Bade). Sumber informasi dikuti dari id.wikipedia.org.

Baca Juga: Nama Dan Gambar Rumah Adat Toraja Serta Penjelasannya