Balance Scorecard Adalah Dan Cara Membuatnya

Pernahkah Anda mendengar tentang Balance Scorecard? Balance Scorecard adalah? Kalimat tersebut lebih dikenal bagi seseorang yang bekerja di perusahaan dan menjabat bagian keuangan.

Adanya balance membuat suatu perusahaan baik kecil maupun besar bisa bersaing dalam dunia bisnis.

Hal ini dikarenakan Balance Scorecard yaitu salah satu strategi dalam dunia bisnis yang banyak digunakan.

Balanced Scorecard mempunyai suatu misi yakni sebagai sarana dalam penjabaran strategi yang dimiliki suatu perusahaan ke dalam tujuan operasional dan kinerja parameter.

Balanced Scorecard juga dikenal dengan singkatan BSC yang diciptakan untuk berfokus pada perspektif keuangan dan mengabaikan non keuangan.

Sehingga perusahaan bisa meminimalisir strategi yang ternyata menimbulkan kerugian dalam perusahaan.

Hal ini dikarenakan perusahaan harus mempertahankan keunggulan agar bisa menarik konsumen lebih banyak.

Pengertian dan Tujuan Balance Scorecard Adalah

Balance Scorecard atau kartu berimbang merupakan strategi dalam manajemen dan bertujuan untuk meningkatkan, melakukan identifikasi, serta mengukur fungsi internal dan eksternal.

Balance membutuhkan data yang nantinya sangat penting dalam mendukung hasil kuantitatif yang nantinya akan dipertimbangkan dalam perusahaan.

Makna lain dari Scorecard adalah kartu skor yang nantinya akan digunakan dalam perencanaan strategi.

Perencanaan tersebut didasarkan pada skor yang diwujudkan di masa depan atau yang akan mendatang.

Balance yang berati seimbang memiliki makna untuk mengukur kinerja seseorang dalam perusahaan dari berbagai sisi dan sudut pandang secara seimbang.

Pengertian mengenai BSC menurut Luis dan Biromo pada tahun 2007 merupakan suatu alat dalam manajemen yang dapat membantu dalam menerjemahkan visi, misi, dan strategi.

Hal itu dibantu dengan memanfaatkan beberapa faktor yang saling berkaitan.

BSC Memiliki 4 Karakteristik

BSC memiliki 4 karakteristik dalam mencapai misi dan strategi yang ditetapkan oleh suatu perusahaan. Apa saja itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1). Komprehensif

Yaitu dengan memperluas perspektif dalam pengukuran kinerja. Awalnya, perspektif itu terdiri dari 3 perspektif yang kemudian ditambah satu perspektif paling penting.

Perspektif penting tersebut bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengatasi permasalahan ketika mulai memasuki rintangan dalam dunia bisnis.

2). Koheren

Yaitu BSC harus memiliki hubungan terhadap semua perspektif agar bisa membangun relasi. Relasi tersebut terjadi karena adanya sebab akibat dari berbagai strategi dalam perencanaan strategi.

Sasaran yang sudah ditetapkan yang non keuangan maka harus mempunyai hubungan secara sistematis dengan data keuangan.

Hal ini bisa saja terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung.

3). Seimbang

Karakteristik yang ketiga dalam BSC adalah seimbang yakni proses keseimbangan yang dihasilkan di antara perspektif dalam sistem perencanaan harus menghasilkan data keuangan yang memiliki kinerja bersifat jangka panjang.

4). Terukur

Karakteristik terakhir dalam BSC adalah terukur di mana berperan sebagai pengukur sasaran strategis yang cukup sulit.

Contoh sasaran yang sulit diukur yaitu, proses bisnis perusahaan, perspektif pelanggan, dan pembelajaran serta perkembangan.

Non keuangan tersebut dalam BSC sudah ditentukan sehingga perusahaan bisa menggunakannya sebagai tolak ukur kinerja.

BSC Memiliki 4 Perspektif

Selain karakteristik, Balance Scorecard juga memiliki 4 perspektif yang saling berkaitan satu sama lain, antara lain:

1). Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif pertama yaitu pembelajaran dan pertumbuhan. Elemen tersebut digunakan untuk melakukan analisa terhadap aspek pembelajaran dan pertumbuhan yakni sumber daya manusia.

Contohnya adalah seberapa baik dan banyak informasi yang didapatkan oleh karyawan lalu mengubahnya menjadi kompetitif dalam perusahaan.

Kompetitif tersebut dipengaruhi oleh produktivitas, retensi, dan kepuasan dalam dunia pekerjaan.

2). Proses Bisnis Perusahaan

Perspektif kedua yang sangat penting yaitu proses bisnis perusahaan. Di mana proses ini dilakukan dengan cara mengevaluasi dan menyelidiki suatu produk yang diproduksi.

Manajemen yang digunakan dalam melakukan evaluasi adalah manajemen bagian operasional.

Manajemen tersebut memiliki tugas untuk melacak kekurangan dan keterlambatan layanan perusahaan atau produk yang dihasilkan.

Untuk melakukan hal tersebut, dibutuhkan pedoman dalam proses bisnis seperti Purna jual, operasi, dan inovasi.

3). Pelanggan

Pada posisi ketiga, perspektif yang sangat penting yaitu pelanggan. Perusahaan melalukan pengukuran kualitas dari layanan yang disediakan melalui pelanggan.

Untuk itu perusahaan perlu memahami tentang segmentasi perusahaan tersebut sehingga bisa merancang untuk mengetahui kepuasan dari pelanggan.

Kemudian pelanggan akan memberikan umpan balik mengenai kepuasan yang mereka rasakan dengan melalui survei yang dilalukan oleh perusahaan.

4). Data Keuangan

Perspektif data keuangan merupakan perspektif baru dan ternyata sangat penting dalam kelangsungan BSC.

Data keuangan akan digunakan untuk melakukan analisis terhadap BSC, seperti pendapatan, pengeluaran, dan penjualan.

Adanya data tersebut akan membantu perusahaan untuk memahami kinerja dalam keuangan perusahaan, seperti laba bersih.

Dibandingkan dengan yang lain, data keuangan merupakan perspektif yang bisa mempengaruhi ketiga perspektif lainnya.

Hal ini juga bergantung pada pengukuran data keuangan dalam perusahaan tersebut.

Tujuan BSC

Tujuan dari adanya strategi Balanced Scorecard yaitu sebagai berikut:

  • Melakukan pengukuran dan pemantauan dalam perkembangan perusahaan untuk menuju target yang sudah ditetapkan,
  • Menentukan layanan, produk, dan prioritas dari produk yang dihasilkan suatu perusahaan,
  • Melakukan penyusunan job desk karyawan atau tugas dari karyawan sesuai dengan strategi yang ditetapkan,
  • Melakukan komunikasi terhadap seluruh pihak yang berkaitan dalam memenuhi target perusahaan.

Cara Membuat Balance Scorecard

Ada beberapa cara dan tahap mudah untuk membuat BSC, antara lain:

1). Tahap Strategi Fokus

Cara pertama yaitu menggunakan tahap strategi fokus di mana menjalankan strategi yang sudah dibuat.

Sebelum adanya penerapan, pihak yang berkaitan dalam perusahaan harus mengumpulkan semua informasi penting.

Setelah itu, adanya persetujuan dari semua pihak agar perusahaan bisa mengetahui lebih dalam mengenai produk yang dikeluarkan.

Jika sudah setuju dan sudah mencapai keputusan final, barulah perusahaan akan menjalankan strategi tersebut.

Perlu diketahui bahwa strategi tersebut harus sudah matang dan melalui berbagai tahapan seperti, identifikasi, didefinisikan, dan dievaluasi.

2). Tahap Assesment

Yaitu tahapan yang dilakukan dengan menentukan nilai dalam tolak ukur yang menjadi dasar dalam strategi perusahaan.

Setelah itu, nilai tersebut nantinya akan dikembangkan untuk mendapat dimensi secara luas.

Jika nilai dari tolak ukur sudah dikembangkan, selanjutnya adalah dengan menerapkan nilai tersebut.

Dari sanalah perusahaan bisa melakukan analisis terhadap tolak ukur yang sudah diamati dan menjadikannya ke dalam sebuah laporan.

3). Tahap Change Planning dan Implementation

Cara ketiga membuat BSC adalah menggunakan tahap change planning dan implementation.

Hasil analisa berupa laporan akan digunakan untuk melalukan rencana perbaikan lebih baik lagi sehingga kinerja perusahaan akan semakin berkualitas.

4). Tahap Continuous Improvement

Tahap terakhir dalam pembuatan Balance Scorecard adalah tahap continuous improvement.

Baca Juga: Cara Membuat NPWP

Yaitu dengan membuat bagian Matrix serta melakukan perbaikan dengan melakukan pengkajian ulang terhadap tolak ukur yang sudah diterapkan sebelumnya.

Selain itu, tahap ini juga akan melakukan pengawasan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan juga perbaikan.